Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Traveling. Tampilkan semua postingan

Minggu, 27 Oktober 2019

Perkuat Wisata Religi, Batam Angkat Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah


Atraksi Kota Batam semakin lengkap saja. Kali ini, giliran wisata religi yang diangkat. Menyusul diresmikannya Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Bangunannya megah dengan nilai dan filosofi besar. Arsitekturnya perpaduan Arab dan Melayu dengan kiblat desainnya Masjid Nabawi di Madinah.

Destinasi baru Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan diperkenalkanma, pukul 09.00 WIB. Lokasinya berada di Jl Brigjen Katamso Darmokusumo Nomor 1, Tg Ucang, Batu Aji, Batam.

Kadisbudpar Kota Batam Ardiwinata mengungkapkan, kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah semakin menguatkan destinasi wisata religi Batam

"Batam kini memiliki Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid baru tersebut memiliki posisi penting. Selain syiar, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi baru di Batam. Kami optimistis, pergerakan wisatawan religi di Batam akan naik. Apalagi, Batam terhubung langsung ke Malaysia dan Singapura," ungkap Ardiwinata.

Agenda launching sudah disiapkan. Ada Tabligh Akbar. Pembicaranya kompeten, baik domestik maupun mancanegara. Untuk domestik ada nama besar Ustaz H Abdul Somad dan Habib Syech Abdul Qadir Assegaf. Pembicara mancanegara diisi Ustaz Kazim Elias dari Malaysia.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau Buralimar menerangkan, wisata religi Batam terus berkembang.

"Konsep wisata religi di Kota Batam makin berkembang. Apalagi, sekarang ada Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Masjid ini luar biasa dan menjadi salah satu ikon di Kota Batam. Semua harus hadir pada saat launching masjid tersebut. Acaranya bagus dengan Tabligh Akbar. Ada banyak inspirasi dari ulama yang menjadi pembicaranya," terang Buralimar.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memiliki banyak keistimewaan. Dinding masjid ditutupi marmer asal Sulawesi. Masjid ini memiliki menara Asma'ul Husna setinggi 99 Meter. Menara Asma'ul Husna akan dilengkapi lift untuk mencapai atapnya. Selain itu, terdapat juga 5 menara pendukung yang memiliki ketinggian sekitar 77 Meter. Fasilitas untuk 5 menara tersebut adalah tangga.

Menguatkan nuansa Melayu, dinding masjid akan dilengkapi dengan ornamen Lebah Bergayuh. Nuansa menjadi semakin eksotis dengan landscape air mancur dan aplikasi lampu hias. Memiliki luas sekitar 4 Hektar, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diperkirakan mampu menampung 25 Ribu jemaah. Dengan kapasitas tersebut, masjid ini disebut sebagai yang terbesar di kawasan Sumatera.

"Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah sangat luar biasa. Ada banyak value positifnya. Syariat agama akan berkembang. Masyarakat juga mendapatkan manfaat ekonomi melalui aktivitas pariwisatanya. Dengan keunikannya, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi destinasi wisata religi potensial di Batam," jelas Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani.

Melengkapi kenyamanannya, ada banyak fasilitas yang ditawarkan Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Pada bagian pelatarannya, dilengkapi dengan 8 payung membran. Konsep ini sangat identik dengan Masjid Nabawi. Kehadiran payung-payung membran tersebut membuat masjid semakin Instagramable. Area ini pun dipercaya sebagai salah satu spot terbaik untuk berfoto.

Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah memberi konsep terbaik saat berwudu. Jarak antar jemaah saat berwudu ideal 1,2 Meter. Dengan rentang ini, percikan air yang dipakai berwudu tidak mengenai jemaah lain. Pasokan airnya dijamin lancar. Sebab, ada 2 tandon air dengan kapasitas total 270 Meter Kubik.

"Kami tentu menyambut baik aktivasi Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah. Secara konsep, bangunan ini memiliki nilai yang luar biasa. Selain kapasitasnya yang besar, ada banyak sisi dari masjid yang menarik untuk dieksplorasi," papar Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kemenpar Dessy Ruhati.

Dibangun megah, Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah diprediksi menghabiskan anggaran Rp 400 Miliar. Untuk konstruksi fisiknya diperkirakan menghabiskan anggaran Rp 260 Miliar. Hingga akhir 2019 nanti, pembangunan masjid secara keseluruhan akan selesai 78 persen. Artinya, fisik utama masjid bisa digunakan. Adapun sisa pengerjaan 22 persen diperuntukkan untuk finishing fasilitas pendukungnya hingga 2020.

"Yang utama, masjid dengan segala kemegahan dan filosofinya sudah bisa digunakan. Kehadiran Masjid Sultan Mahmud Riayat Syah akan semakin memakmurkan pariwisata Batam. Arus wisatawan ke sana pasti tinggi. Kehadiran wisatawan akan menggerakkan UMKM di sana. Untuk itu, agenda launching dari masjid jangan sampai terlewatkan," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga Menpar Terbaik ASEAN.

Kamis, 24 Oktober 2019

Jadi Ajang Promosi Seni dan Budaya, PIFAF 2019 Bakal Hentak Polman


Awal Agustus menjadi saat yang tepat mengunjungi Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Karena ada Polewali Mandar International Folk & Art Festival (PIFAF) 2019. Event ini siap digelar 1-7 Agustus 2019.

PIFAF adalah event seni, budaya dan pariwisata bertaraf internasional. Kegiatan ini bakal membuat liburan di Polewali makin menyenangkan.

"Pesertanya saja dari berasal dari berbagai negara. Ada Korea Selatan, Ekuador, Ceko, India, Slovakia, Timur Leste dan tentunya juga dari Indonesia. Berbagai Kabupaten di Sulbar pun akan ikut ambil bagian di perhelatan ini. Kebayangkan betapa bakal meriahnya pertunjukan yang akan disuguhkan PIFAF 2019," kata Tim Kurator Calendar of Event (CoE) Kemenpar, Don Kardono.

Pada tahun 2019 ini, seluruh kegiatannya dipusatkan di Arena Sport Center Polman. Berbagai kegiatan budaya dan pariwisata seperti tradisi, pertunjukan musik dan tarian rakyat bakal menjadi menu yang mengasyikkan. Ada juga dialog, pameran pariwisata budaya dan berbagai kegiatan lainnya.

"PIFAF sendiri merupakan event pertukaran budaya dan kesenian tradisional antar bangsa. Event ini bertujuan untuk mempromosikan Seni Budaya dan Pariwisata Tanah Mandar di Sulbar. Khususnya wisata budaya di Kabupaten Polewali Mandar yang begitu kaya. Acara ini diadakan sejak tahun 2016 dan PIFAF 2019 merupakan edisi ke-4," kata Tenaga Ahli Menteri Pariwisata Bidang Management CoE Esthy Reko Astuti.


Plt Kepala Dinas Pariwisata Polman Andi Masri Masdar menggaransi jika PIFAF 2019 bakal lebih meriah dibanding event-event sebelumnya. Karena pihaknya telah mempersiapkan seluruh rangkaian acara dengan matang. Bukan saja itu kesiapan amenitas di Polman pun dipastikan telah 100 persen siap. Apalagi PIFAF 2019 kembali masuk dalam 100 CoE Nasional.

"Kita sudah jauh-jauh hari mempersiapkan semuanya. Seluruh SKPD pun turut serta untuk membuat event ini semakin menarik lagi. Begitu juga kesiapan akses dan amenitas yang ada di Polman," paparnya.

Bagi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Muh. Ricky Fauziyani, festival ini wajib dikunjungi. Karena Polman bukan saja kaya akan budaya, alamnya pun luar biasa. Melalui event ini diharapkan akan memperkenalkan potensi Polman pada dunia international.

"Lewat ajang PIFAF ini, kita akan mengangkat Polman menjadi salah satu pusat kegiatan seni budaya dunia. Di samping itu menjadi pemantik yang mengangkat juga berbagai destinasi yang ada di Polman," kata Ricky.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sangat merekomendasikan PIFAF 2019 untuk dikunjungi. Karena event ini bakal memberikan pemahaman utuh kekayaan budaya Polman. Di samping itu menjadi sarana mempelajari berbagai budaya dunia yang mengisi festival ini.

"Ini merupakan event berkelas. Kehadirannya bahkan mampu menyedot animo budayawan dunia untuk hadir di event ini. Itu sebuah bukti betapa besarnya kehadiran PIFAF," ujar Menpar Arief.

Menteri yang sukses mengangkat performa PT. Telkom itu juga berharap perhelatan PIFAF tahun ini makin sukses. Karena kesuksesannya akan memberi dampak yang luar biasa. Baik itu untuk pariwisata mau pun perekonomian masyarakat.

"Jangan lupa saksikan PIFAF 2019 di Polman, Sulbar, 1-7 Agustus 2019. Dijamin bakal menyenangkan. Salam Pesona Indonesia," ujar Menpar Arief.

Selasa, 22 Oktober 2019

Tiba di Labuan Bajo, TA/TO dan Media Timor Leste Nikmati Sunset di La Cecile


Peserta Famtrip asal Timor Leste tiba di Labuan Bajo. Mereka terdiri dari sejumlah industri pariwisata seperti travel agent dan tour operator (TA/TO). Juga media. Rombongan ini langsung diajak menuju La Cecile.

Di La Cecile, TA/TO dan media asal Timor Leste menikmati keindahan alam Bajo dari ketinggian. Mereka juga melihat langsung keindahan sunset dari tempat itu.

Menurut Kabid Pemasaran Area II di Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kemenpar Hendry Noviardi ada dua kegiatan yang akan diikuti TA/TO dan media asal Timor Leste. Selain ambil bagian dalam Pameran Pariwisata Florata, mereka juga mengikuti Famtrip.

"Peserta asal Timor Leste ini terdiri dari TA/TO dan juga media. Jadwal mereka adalah mengikuti familiarization trip (Famtrip) ke Labuan Bajo dan Bali. Di Labuan Bajo, selain mengunjungi destinasi mereka juga ambil bagian dalam Pameran Pariwisata Florata," papar Hendry, didampingi Kasubbid Area IIB, Herbin Saragih.

Ditambahkannya, kunjungan ke La Cecile sekaligus menjadi pembuka rangkaian kegiatan famtrip mereka. Setelah itu, wisatawan asal Timor Leste dijamu dalam gala dinner. Dan akan terlibat dalam aktivitas Pameran Pariwisata Florata keesokan harinya. khususnya dalam aktivitas B to B.

Sementara Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran I Regional III Kementerian Pariwisata, Muh Ricky Fauziyani, mengatakan ada beberapa alasan Kemenpar menggandeng TA/TO dan media Timor Leste ke Labuan Bajo dan Bali.

"Pertama tentu saja karena Labuan Bajo adalah destinasi super prioritas. Destinasi yang daya tariknya luar biasa. Di sana ada Pulau Padar, Pulau Rinca, Pulau Komodo, Kanawa dan masih banyak lagi. Begitu pun Bali. Pulau Dewata ini adalah daya tarik utama buat semua wisatawan mancanegara," papar Ricky.

Alasan kedua adalah jarak. Dari Timor Leste, jarak tempuh ke Labuan Bajo tidak terlalu jauh. Dari Kota Dili, mereka melakukan penerbangan ke Kupang sebelum dilanjutkan ke Bandara Komodo.

"Saya rasa Labuan Bajo dan Bali adalah destinasi yang sangat seksi. Yang membuat banyak pesohor dunia jatuh hati. TA/TO kita ajak biar mereka merasakan langsung keindahan tersebut. Dan mereka kabarkan ke wisatawan di negara asal mereka," ujar Ricky lagi.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, sangat mendukung kegiatan ini. Karena, famtrip adalah cara efektif untuk mengenalkan destinasi.

"Famtrip adalah cara yang efektif untuk memperkenalkan destinasi di Indonesia ke mancanegara. Termasuk Timor Leste. Karena, TA/TO yang diajak akan melihat langsung keindahan yang kita miliki. Dan akan mempermudah mereka untuk membuat paket perjalanan. Saya berharap ada impact positif dari dua kegiatan yang digelar di Labuan Bajo," katanya.

Jumat, 18 Oktober 2019

8 Paket Wisata Pulau Penyengat Segera Dirilis, Strategi Marketing Disiapkan


Uji Trail Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat telah dilakukan. 8 paket wisata Pulau Penyengat pun siap dirilis Agustus mendatang. Untuk memaksimalkannya, strategi marketing disiapkan.

8 Paket yang akan ditawarkan ke wisatawan adalah Tradisional Dress Experience (TraDE), Bentor/Cycling Historical Tour (BenCHiT), Tour of the Mosque, hingga Literature Tour (LitTour). Kemudian Cultural Performance (CulPer), Gurindam Experience (GurEx), Tanjak Experience, dan Cooking Class (CooClass).

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tanjungpinang Surjadi mengungkapkan, konsep distribusi paket sudah disiapkan.

"Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat yang akan dijual tetap 8. Finalisasinya Agustus nanti. Dari Uji Trail ini, nantinya kelemahan akan disempurnakan pada tahun berikutnya. Yang jelas, pemasaran paket wisatanya sudah siap. Kami bekerjasama dengan TA/TO dan Hotel, makanya saat ini diprepare semua di Pulau Penyengat," ungkap Surjadi.

Beberapa TA/TO memang sudah dilibatkan. Mereka mengikuti seluruh rangkaian Uji Trail terhadap konten yang akan dipasarkan. Selain offline, pemasaran paket wisata tersebut juga dilakukan online. Beberapa kanal yang disiapkan website Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang dan media sosial (medsos).

"Setelah Uji Trail, paket langsung dilempar ke pasar. Kami optimistis, Paket Wisata Budaya Pulau Penyengat akan menjadi pilihan menarik bagi wisatawan. Untuk itu, kami bekerjasama dengan TA/TO dan Hotel. Mereka akan dilibatkan. Kami juga manfaatkan seluruh fasilitas untuk distribusi paket secara onlinenya. Yang jelas, paket yang ditawarkan unik dan menarik. Penuh inspirasi," kata Surjadi lagi.

Konsep menarik ditawarkan setiap paketnya. Selalu ada intrepeter yang memberikan informasi lengkap. Tour of the Mosque misalnya, wisatawan memiliki space luas untuk mengeksplorasi Masjid Raya Sultan Riau.

Destinasi ini masuk cagar budaya bersama 16 spot lainnya. Ada banyak filosofi menarik dari detail bangunannya yang mengadopsi arsitektur Melayu, Arab, India, dan Turki.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki 7 pintu. Filosofinya jumlah 7 ayat Al-Fatihah yang artinya pembukaan. Jumlah jendelanya 6 sebagai representasi Rukun Iman, lalu 17 kubah masjid yang jadi gambaran rakaat sholat fardhu. Masjid ini memiliki 4 tiang utama. Maknanya, gambaran 4 Khulafaur Rasyidin. Ada juga yang menerjemahkan 4 mazhab dalam Islam. Yaitu, Imam Hanafi, Malik, Syafii, dan Hambali.

"Konten menarik dalam paket wisata harus didukung strategi marketing yang bagus. Sebab, destinasi ini beserta paket wisatanya sangat layak dijual. TA/TO dan Hotel harus dilibatkan karena mereka memiliki akses langsung ke pasar. Dengan penawaran menarik, konten paket wisata memberi banyak experience," jelas Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani.

Berada di Masjid Raya Sultan Riau, wisatawan akan diajak menyusuri berbagai sudutnya. Paket ini juga menawarkan tradisi unik. Di sini terdapat tradisi yang masih terjaga, yaitu ritual bayi menginjak tanah. Tanah yang digunakan berasal dari Mekah dan sudah ada sejak tahun 1826.

"Setelah Uji Trail ini, pasti kemasan konten paket wisatanya akan semakin bagus. Saat direlease, pasar pasti akan memberi respon positif. Sebab, ada banyak keunikan yang ditawarkan destinasi di Penyengat. Mereka bisa menikmati keunikan destinasi secara utuh," papar Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya Kemenpar Oneng Setya Harini.

Masjid Raya Sultan Riau memiliki keunikan. Terutama bagian menara. Sebab, 2 menara di sisi belakang masjid mengadopsi simbol oktagon. Simbol ini bisa diartikan sebagai Bintang Segi-8 yang familiar sebagai Al-Quds. Bintang itu pun diadopsi dari Rub el Hizb, yaitu 2 bujursangkar yang disatukan dan saling bersilangan.

Rub el Hizb atau astakona menjadi harapan kesuburan. Namun, ada juga konsep oktagon menara masjid menjadi simbol datangnya hidayah melalui 8 arah. Terlepas dari asumsi yang muncul, astakona banyak dijumpai dalam ornamen dan arsitektur Kerajaan Riau. Bentuknya masih bisa ditemui secara utuh pada bentuk bangunan, pondasi dan tiangnya, panggung penobatan sultan, sumur, hingga gerbang kerajaan.

"Konsep pemasaran produk terbaik harus dilakukan. Selain mengandalkan TA/TO atau Hotel, produk ini bisa ditawarkan melalui berbagai program sales mission. Sebab, konsepnya unik dan menarik. Pasar juga familiar dengan kekuatan budaya dan alam di Penyengat yang luar biasa eksotis," tutup Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya.

Selasa, 29 Mei 2018

Beda Jenis Perjalanan, Beda Juga Pilihan Model dan Harga Travel Bag yang Digunakan


Sebentar lagi libur panjang lebaran, pastinya banyak diantara Anda yang sudah mempersiapkan berbagai macam hal untuk pulang ke kampung halaman, atau mulai merencanakan mengunjungi beberapa destinasi wisata untuk mengisi waktu libur tersebut. Semua perlengkapan harus ada, salah satu yang paling penting adalah tas travel, tas yang dipakai untuk menampung semua barang bawaan selama liburan. Travel bag ini adalah tas yang sering kali dipakai untuk kebutuhan mudik ataupun wisata dengan kapasitas penyimpanan yang besar, harga travel bag ini di pasaran juga beragam, kisarannya mulai 100an ribu rupiah.

Sebenarnya tas sendiri memang masuk dalam kategori item fashion yang begitu penting untuk dimiliki, karena dapat dipakai untuk menampung semua jenis barang bawaan Anda ke dalamnya, mulai dari barang-barang berharga atau yang lainnya. modelnya begitu beragam, berdasarkan fungsi maka ada yang ditujukan untuk aktivitas sehari-hari, namun juga ada jenis yang digunakan untuk menunjang kebutuhan perjalanan atau mudik Anda.

Tentunya banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk membeli travel bag, ini, selain dari harga travel bag tersebut, juga harus melihat bagaimana kualitas, merk, jaminan keaslian barang maupun tidak. Bagian yang tak kalah penting sebenarnya adalah dengan melihat sesuai dengan jenis perjalanan yang dilakukan, berikut ini diantaranya, yaitu:

1. Perjalanan jarak jauh hingga ke luar negeri dalam waktu lama, bagi yang akan liburan jarak jauh, bahkan sampai ke luar negeri, maka sebaiknya Anda memilih travel bag yang memiliki muatan besar dan praktis dibawa kemana-mana, salah satu diantaranya adalah tas koper. Tas koper ini memiliki muatan yang cukup besar sehingga dapat menampung banyak barang, selain itu pemakainya juga begitu praktis, cukup dengan diseret saja, namun pada medan yang mulus atau landai, tidak cocok untuk kawasan bebatuan atau terjal.

2. Hiking atau perjalanan outdoor, bagi yang hobby mendaki, maka mapping dianjurkan memilih tas ransel carrier, model tas yang pastinya sudah tidak begitu asing lagi bagi Anda bukan, ransel ini memiliki ukuran yang besar dapat memuat banyak barang, selain itu cocok untuk digunakan sendiri, praktis tinggal ditempatkan di kedua lengan Anda saja. Bentuknya yang ergonomis membuat pemakainya juga tidak mudah lelah dalam menggunakan tas ini, karena nyaman di bahu dan tidak akan menyebabkan kelainan tulang belakang.

3. Untuk backpackeran, biasanya untuk mereka yang senang melakukan backpakeran ke tempat-tempat baru, namun tidak untuk waktu yang lama, maka daypack adalah pilihan yang terbaik untuk Anda. Model tas satu ini hampir sama dengan ransel carrier, hanya saja untuk ukurannya memang terbilang lebih kecil, karena para backpacker sendiri tidak membutuhkan terlalu banyak barang bawaan untuk menemani wisata mereka yang tidak begitu lama.

4. Mudik lebaran, sedangkan untuk kebutuhan mudik lebaran, apalagi yang menggunakan sarana transportasi umum layaknya bus atau memakai kereta, paling nyaman sebenarnya membawa duffle bag, pertimbangannya adalah dengan model memanjang namun muatan tetap banyak bisa kian mudah ditempatkan di atap-atap penampungan barang, sangat praktis dan nyaman dibawa.

Sangat mudah bukan pilah-pilih yang tepat sesuai dengan jenis perjalanan Anda. Tiap model tersebut dijual di pasaran, untuk tawaran harga travel bag tersebut juga berbeda-beda, sesuai dengan merknya. Banding-bandingkan dulu sebelum menjatuhkan pilihan, kian banyak pilihan dan juga kemudahan dalam membeli, maka Anda bisa langsung cek lewat toko online langganan.

Selasa, 01 Mei 2018

Hotel pertama di luar angkasa tawarkan pemandangan 16 sunrise & sunset dalam semalam


Zaman serba canggih begini traveling pun katanya harus berkonsep futuristik. Akomodasi yang ditawarkan pun semakin variatif dan canggih. Kalau belakangan banyak hotel yang menawarkan konsep futuristik dengan teknologi terbaru, sekarang malah ada hotel yang mengusung konsep futuristik termutakhir dengan menawarkan pengalaman menginap di luar angkasa.

Aurora Station diklaim sebagai hotel ruang angkasa mewah pertama di dunia yang diumumkan saat KTT Space 2.0 lalu di San Jose, California. Dikembangkan oleh Orion Span yang berbasis di AS, stasiun ruang angkasa ini akan menampung enam orang sekaligus, termasuk dua anggota kru, untuk perjalanan luar angkasa selama 12 hari. Rencananya, tamu pertama akan disambut pada tahun 2022 mendatang.

"Tujuan kami adalah menyediakan ruang bagi semua orang," kata Frank Bunger, CEO dan pendiri hotel Orion Span, dalam sebuah pernyataan. "Setelah diluncurkan, Aurora Station akan segera beroperasi, membawa para pelancong ke luar angkasa dengan cepat dan pada titik harga yang lebih rendah daripada yang pernah dilihat.

Bisa menikmati 16 sunrise dan sunset dalam waktu 24 jam saja
Selama petualangan 12 hari ini, Anda akan diajak terbang pada ketinggian 200 mil di atas permukaan Bumi di orbit bumi rendah, atau LEP. Di mana para pengunjung akan menyaksikan pemandangan luar biasa dari planet biru. Hotel ini akan mengelilingi Bumi setiap 90 menit, yang berarti para tamu akan melihat sekitar 16 matahari terbit dan matahari terbenam setiap 24 jam.

Kegiatan selama penerbangan pun cukup atraktif, termasuk mengambil bagian dalam eksperimen penelitian seperti menanam makanan saat berada di orbit, yang dapat dibawa pulang oleh para tamu hotel sebagai oleh-oleh.

Para tamu juga dapat berkomunikasi langsung melalui video dengan orang-orang di bumi melalui akses internet nirkabel berkecepatan tinggi. Sambil menikmati sensasi gravitasi nol, Anda akan melayang bebas selama berada di dalam hotel. Sambil menikmati pemandangan dari aurora utara dan selatan dari jendela stasiun dijamin hal ini jadi pengalaman yang tak terlupakan.

Calon pengunjung harus menyelesaikan program sertifikasi Astronaut Orion Span (OSAC) sebelum lepas landas. Deposito sudah harus diterima perusahaan untuk masa inap di hotel luar angkasa.

Pengalaman menginap bersama Aurora Station bisa didapatkan dengan membayar 9,5 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar 130 miliar rupiah. Walaupun begitu kamu baru bisa menjadi tamu di hotel luar angkasa pertama empat tahun lagi.

Deretan bukit instagramable favorit saat berkunjung ke Malang


Malang rasanya tak pernah kehabisan pesonanya. Meski belakangan Kota Bunga ini banyak dikeluhkan lantaran semakin sesak oleh wisatawan, hingga berdampak kemacetan saat libur panjang. Namun, tak bisa dipungkiri, ada saja destinasi wisata baru yang menarik untuk dikunjungi di Malang. Termasuk yang paling baru adalah deretan bukit yang cukup instagramable.

Menariknya bukit-bukit tersebut bukan hanya satu lokasi atau berada di satu tempat saja, melainkan tersebar di beberapa daerah di Malang. Apalagi masing-masing menawarkan keunikan berbeda. Kira-kira dari beberapa bukit instagramable di Malang ini, mana yang Anda favoritkan?

Bukit Panderman

Panderman sebenarnya lebih tepat dibilang gunung, lantaran ketinggiannya cukup lumayan. Namun, jika wisatawan bisa mendaki puncak setinggi 2045 mdpl, maka akan ada pemandangan mengagumkan yang bisa ditemukan. Apalagi jika ke sananya, sambil kamping, maka bisa sekalian melihat sunrise juga sunset yang menawan. Meski begitu, jangan lupa untuk mengenakan pakaian yang tebal saat ke sana, termasuk jaket anti hujan. Sebab, kondisi cuaca di Panderman kadang tak menentu, terlebih saat malam hari suhunya sangat dingin.

Bukit Teletubbies

Dari namanya, beberapa orang mungkin sudah familer dengan Bukit Teletubbies. Benar, bukit ini memang berada di area Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Lokasinya memang tak sepenuhnya berada di Malang, tetapi wisatawan dari luar kota umumnya ke Bromo lewat Malang. Di musim hujan, Bukit Teletubbies begitu hijau, persis seperti latar dalam tempat bermain di serial Teletubbies.

Budug Asu

Boleh dibilang nama Budug Asu termasuk yang paling baru di kancah perbukitan instagramable Malang Raya. Tempat ini merupakan bukit yang berada di lereng Gunung Arjuno. Jangankan lokasi utamanya, rute menuju ke sananya pun cukup instagramable, lantaran dikelilingi kebun teh Wonosari. Selain pemandangan yang mengagumkan, Buduq Asu juga menawarkan spot berfoto kekinian yang tak kalah seru untuk dicoba.

Gunung Banyak

Populer dengan sebutan Paralayang, Gunung Banyak menjadi salah satu bukit yang cukup instagramable di Malang. Terlebih saat malam hari, gemerlapa lampu di Malang Raya begitu terlihat indah, saat dipandang dari salah satu puncak bukit di Batu ini. Selain itu, wisatawan juga bisa menguji adrenalin dengan mencoba langsung Paralayang. Tak perlu gusar jika belum punya sertifikat paragliding, karena wisatawan bisa mencobanya dengan terbang tandem.

Memanggil food blogger untuk makan dan foto di 4 Kafe unik di Bogor


Bogor sering kali menjadi destinasi traveling saat ingin jauh dari riuhnya perkotaan. Sebagai kota suburban, kota ini punya banyak destinasi alam yang masih begitu asri dan terjaga. Nggak hanya destinasi alam atau rekreasi keluarga, Bogor juga punya banyak tempat makan kekinian yang sayang untuk dilewatkan. Kali ini kota Bogor memanggil para food blogger untuk makan-makan sekaligus foto kafe-kafe unik yang dimilikinya lho. Cek yuk di mana saja!

Maraca


Sambil makan dan foto-foto, Anda bisa membaca berbagai macam buku di Maraca. Kafe yang satu ini didesain khusus bagi yang suka makan dan baca buku. Koleksi buku di sini bisa dibilang cukup beragam dari semua genre mulai dari komik, novel fantasi, novel sastra dan masih banyak lainnya. Saat ke Maraca, pastikan cobain single origin dan juga classic coffee di sini.

Lemongrass


Lemongrass merupakan kafe yang memiliki konsep modern kopitiam yang dipadukan dengan nuansa tropical. Pertama kali masuk ke dalam, akan dibuat betah dengan dekorasi interior yang memiliki beberapa tema berbeda. Bersiaplah untuk foto di antara desain rustic, mural dan green outdoor yang menawan. Soal makanan, Lemongrass punya menu modern kopitiam yang unik seperti Mie Goreng Thailand, Nasi Goreng Hongkong, Hakau Dimsum dan masih banyak yang lainnya. Yakin nggak ingin coba?

Mozza


Keunikan kafe ini terdapat pada semua elemennya, mulai dari makanan hingga tempatnya. Signature dari menu makanan di sini adalah semua hidangannya ada sentuhan mozarella-nya, bahkan ada pada minumannya juga, lho! Beberapa menu yang harus dicoba adalah Chicken Katsu with Cheese Hot Plate, Fish and Cheese Mozzarella, Chili Cheese Fries Yummy, Chicken Salted Egg dan masih banyak yang lainnya.

Untuk interior tempatnya, terdapat banyak gambar dari berbagai bentuk keju. Nah, pemilihan mozarella pada setiap menu dan bahkan pada nama brand ternyata ada filosofinya. Mozarella yang ditarik akan membentuk stretch yang panjang, harapannya bisa memiliki hidup yang panjang dengan mengonsumsi menu dari Mozza.

Kuki


Saat kebanyakan kafe menawarkan menu kopi dan menu makanan kekinian. Kuki menawarkan cookies dan juga beberapa dessert untuk menemani makan cookies. Tempat ini seru banget untuk kumpul bareng teman atau keluarga yang sedang ingin ngemil aja. Desain kafe ini begitu vintage, tapi berasa banget sedang ada di rumah sendiri. Selain cookies, ada sorbet yang mereka tawarkan yang rasanya berganti setiap hari. Menu yang paling best seller di sini adalah choco cheese. Mau coba juga?